Jumat, 07 Maret 2014

Training : resume materi 1 part 1

Pelatihan Calon Guru hari pertama

Materi 1 di isi oleh: Bapak Ari Mariadi



Materi yang disampaikan sepintas mengenai awal berdirinya sekolah Alam Jingga yang awalnya berupa sekolah rintisan dari beberapa orang yang memiliki visi serta misi yang sama dalam membangun sebuah sarana pendidikan berkonsep alam.
Dalam sekolah alam ini pendidik maupun siswa tidak di paksa untuk melakukan proses pembelajaran yang mana siswa harus duduk rapi dalam belajar, mereka bebas melakukan apapun yang sesuai dengan cara belajar mereka masing-masing dan pendidik pun harus bisa mengerti dengan cara belajar mereka.
Sebagai seorang pendidik kita di ajarkan bagaimana cara mendidik yag profesional dengan cara yang menyenangkan tanpa memaksa siswa untuk mengikuti hal-hal yang diinginkan oleh sang pendidik. Dan seorang pendidik juga harus memiliki pola fikir yang kreatif dan imajinatif dengan bagaimana membuat suatu situasi belajar mengajar menjadi menyenangkan sehingga tidak ada dinding pemisah antara pendidik dan siswa, sehingga siswa tidak merasa diberatkan dan mereka mau melakukannya tanpa rasa keterpaksaan.
Dalam pengelolaan sekolah alam, Jingga memberlakukan peraturan dimana semua civitas yang berada dalam lingkup sekolah bahu membahu dalam membangun ketertiban di sekolah, seperti dalam hal kebersihan semua yang ada dalam lingkup sekolah baersama-sama dalam menjaga kebersihan karena di jingga tidak ada bagian kebersihan jadi semua siswa maupun pendidik harus ikut andil dalam menjaga kebersihan. Dalam hal ini Jingga pun memiliki kedisiplinan bagi siswa yang ketahuan membuang sampah sembarangan maka akan ada sangsi yang di berikan, jika sampah itu tidak bertuan maka semua siswa kena denda materil yang dikenakan tiap siswa. Dengan demikian mereka dapat berfikir akan pentingnya hidup bersih.
Menjadi bagian dari sekolah Jingga para peserta calon guru pun tidak di tuntut atau memaksakan diri untuk masuk kedalamnya. Jika merasa tidak cocok atau bukan dunianya maka para calon guru di boleh kan untuk tetap lanjut atau berheti tanpa keterikatan apapun. Karena dalam merekrut Jingga tidak melihat atau tidak mencari yang memiliki skill dan IPK tinggi tetapi Jingga butuh seberapa besar para calon guru ini larut atau berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar