Pelatihan Calon Guru
hari pertama
Materi 1 di isi oleh: Bapak Ari Mariadi
Materi
yang disampaikan sepintas mengenai awal berdirinya sekolah Alam Jingga yang
awalnya berupa sekolah rintisan dari beberapa orang yang memiliki visi serta
misi yang sama dalam membangun sebuah sarana pendidikan berkonsep alam.
Dalam
sekolah alam ini pendidik maupun siswa tidak di paksa untuk melakukan proses
pembelajaran yang mana siswa harus duduk rapi dalam belajar, mereka bebas
melakukan apapun yang sesuai dengan cara belajar mereka masing-masing dan
pendidik pun harus bisa mengerti dengan cara belajar mereka.
Sebagai
seorang pendidik kita di ajarkan bagaimana cara mendidik yag profesional dengan
cara yang menyenangkan tanpa memaksa siswa untuk mengikuti hal-hal yang
diinginkan oleh sang pendidik. Dan seorang pendidik juga harus memiliki pola
fikir yang kreatif dan imajinatif dengan bagaimana membuat suatu situasi
belajar mengajar menjadi menyenangkan sehingga tidak ada dinding pemisah antara
pendidik dan siswa, sehingga siswa tidak merasa diberatkan dan mereka mau
melakukannya tanpa rasa keterpaksaan.
Dalam
pengelolaan sekolah alam, Jingga memberlakukan peraturan dimana semua civitas
yang berada dalam lingkup sekolah bahu membahu dalam membangun ketertiban di
sekolah, seperti dalam hal kebersihan semua yang ada dalam lingkup sekolah
baersama-sama dalam menjaga kebersihan karena di jingga tidak ada bagian
kebersihan jadi semua siswa maupun pendidik harus ikut andil dalam menjaga
kebersihan. Dalam hal ini Jingga pun memiliki kedisiplinan bagi siswa yang
ketahuan membuang sampah sembarangan maka akan ada sangsi yang di berikan, jika
sampah itu tidak bertuan maka semua siswa kena denda materil yang dikenakan
tiap siswa. Dengan demikian mereka dapat berfikir akan pentingnya hidup bersih.
Menjadi
bagian dari sekolah Jingga para peserta calon guru pun tidak di tuntut atau
memaksakan diri untuk masuk kedalamnya. Jika merasa tidak cocok atau bukan
dunianya maka para calon guru di boleh kan untuk tetap lanjut atau berheti
tanpa keterikatan apapun. Karena dalam merekrut Jingga tidak melihat atau tidak
mencari yang memiliki skill dan IPK tinggi tetapi Jingga butuh seberapa besar
para calon guru ini larut atau berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai
kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar